Baca Juga: Niat Puasa Sebelum Menikah Menurut Islam yang Sunnah
Bingung Memilih Surat yang Dibaca Saat Pengajian Pernikahan? Ini Jawabannya! – Saat menyiapkan pengajian menjelang pernikahan, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: surat apa yang sebaiknya dibaca?
Tidak perlu menganggap satu surat tertentu sebagai bacaan yang wajib untuk pengajian pernikahan. Keluarga dapat memilih ayat Al-Qur’an berdasarkan keterkaitan maknanya dengan pernikahan, ketenteraman rumah tangga, doa untuk pasangan dan keturunan, maupun nasihat kehidupan.
QS. Ar-Rum ayat 21, QS. Al-Furqan ayat 74, dan QS. An-Nur ayat 32 termasuk pilihan yang mudah dikaitkan dengan tema pernikahan. QS. Luqman ayat 12–19 dapat dipertimbangkan jika pengajian ingin memberikan nasihat kehidupan yang lebih luas.
Sementara itu, surat seperti Ar-Rahman atau Yasin dapat tetap dibaca apabila memang menjadi pilihan atau kebiasaan keluarga dalam pengajian.
Artinya, pemilihan bacaan sebaiknya dibedakan antara ayat yang dipilih karena maknanya berkaitan dengan pernikahan dan surat yang dibaca sebagai bagian dari kebiasaan pengajian keluarga.
Jawaban singkat: Jika ingin memilih bacaan yang dekat dengan tema pernikahan, QS. Ar-Rum ayat 21 dapat digunakan untuk tema ketenteraman dan kasih sayang, QS. Al-Furqan ayat 74 untuk doa pasangan dan keturunan, serta QS. An-Nur ayat 32 untuk ayat yang berkaitan dengan pernikahan. Tidak perlu membaca semuanya; pilih sesuai tema dan durasi pengajian.
- Surat yang Dibaca Saat Pengajian Pernikahan
- 1. QS. Ar-Rum Ayat 21 untuk Tema Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah
- 2. QS. Al-Furqan Ayat 74 untuk Doa Pasangan dan Keturunan
- 3. QS. An-Nur Ayat 32 untuk Ayat yang Berkaitan dengan Pernikahan
- 4. QS. Luqman Ayat 12–19 untuk Pengajian Bertema Nasihat Kehidupan
- Bagaimana dengan Ar-Rahman dan Yasin?
- Apakah Semua Surat Harus Dibaca?
- Contoh Paket Bacaan Pengajian Pernikahan
- Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Memilih Bacaan
- FAQ tentang Surat yang Dibaca Saat Pengajian Pernikahan
- Jadi, Surat Apa yang Sebaiknya Dipilih?
Surat yang Dibaca Saat Pengajian Pernikahan
Agar tidak sekadar memilih surat karena populer atau biasa digunakan, keluarga dapat menentukan bacaan berdasarkan pesan yang ingin disampaikan kepada calon pengantin.
Ayat yang Maknanya Dekat dengan Tema Pernikahan
| Bacaan | Cocok Dipilih Jika | Fokus Pembahasan |
|---|---|---|
| QS. Ar-Rum: 21 | Ingin menekankan tujuan kehidupan rumah tangga | Ketenteraman, kasih, dan sayang |
| QS. Al-Furqan: 74 | Ingin memasukkan doa untuk keluarga | Pasangan dan keturunan yang menyejukkan hati |
| QS. An-Nur: 32 | Menginginkan ayat yang berbicara tentang pernikahan | Pernikahan |
| QS. Luqman: 12–19 | Tausiyah ingin membahas nasihat kehidupan lebih luas | Syukur, ibadah, keluarga, dan akhlak |
Bacaan Tambahan Sesuai Kebiasaan Keluarga
| Bacaan | Kapan Bisa Dipilih | Catatan |
| Ar-Rahman | Jika keluarga ingin membaca surat yang lebih panjang | Dapat menjadi bagian tilawah sesuai bentuk pengajian |
| Yasin | Jika memang menjadi bacaan yang biasa digunakan dalam pengajian keluarga | Tidak perlu dianggap sebagai satu-satunya pilihan untuk pengajian pernikahan |
Jika tujuan utama pengajian adalah memberikan bekal kepada calon pengantin, ayat yang maknanya berhubungan dengan pernikahan dan kehidupan keluarga biasanya lebih mudah dikembangkan menjadi bahan tausiyah.
Surat lain tetap dapat dibaca sesuai kebiasaan, durasi, dan bentuk pengajian masing-masing keluarga.

1. QS. Ar-Rum Ayat 21 untuk Tema Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah
QS. Ar-Rum ayat 21 menjadi salah satu ayat yang paling mudah dikaitkan dengan pernikahan karena membahas pasangan, ketenteraman, kasih, dan sayang.
Ayat ini cocok dibaca apabila pengajian ingin berfokus pada gambaran rumah tangga yang akan dibangun setelah akad.
Tausiyah setelah tilawah dapat diarahkan pada pemahaman bahwa pernikahan bukan hanya tentang berlangsungnya akad atau pesta, tetapi juga tentang bagaimana pasangan membangun ketenteraman dan menjaga kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
Karena maknanya sangat dekat dengan kehidupan pasangan dan rumah tangga, QS. Ar-Rum ayat 21 dapat menjadi salah satu pilihan utama jika pengajian hanya menggunakan beberapa ayat.
2. QS. Al-Furqan Ayat 74 untuk Doa Pasangan dan Keturunan
QS. Al-Furqan ayat 74 berkaitan dengan doa untuk pasangan dan keturunan.
Ayat ini cocok digunakan menjelang bagian doa bersama karena pesannya tidak hanya menyentuh hubungan antara suami dan istri, tetapi juga harapan untuk membangun keluarga yang baik.
Jika pengajian dibuat sederhana, QS. Al-Furqan ayat 74 dapat dipadukan dengan QS. Ar-Rum ayat 21.
Kombinasi keduanya memberikan alur yang cukup jelas: membangun rumah tangga dengan ketenteraman dan kasih sayang, kemudian memohon kebaikan bagi pasangan serta keluarga yang akan dibangun.
3. QS. An-Nur Ayat 32 untuk Ayat yang Berkaitan dengan Pernikahan
QS. An-Nur ayat 32 dapat dipilih apabila keluarga ingin memasukkan ayat yang secara langsung membicarakan pernikahan.
Ayat ini dapat ditempatkan sebelum tausiyah mengenai kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga.
Jika waktu pengajian terbatas, tidak perlu menambahkan terlalu banyak bacaan sesudahnya. Satu atau beberapa ayat yang dibaca dengan baik, disertai terjemahan dan penjelasan yang relevan, dapat lebih mudah dipahami dibanding rangkaian yang terlalu panjang.
4. QS. Luqman Ayat 12–19 untuk Pengajian Bertema Nasihat Kehidupan
Jika pengajian memiliki sesi nasihat yang lebih panjang, QS. Luqman ayat 12–19 dapat dipertimbangkan.
Bagian ini memuat berbagai nasihat mengenai syukur, ibadah, hubungan dengan orang tua, sikap terhadap sesama, dan akhlak dalam menjalani kehidupan.
Karena cakupannya lebih luas daripada tema pernikahan saja, bacaan ini lebih cocok digunakan apabila pengajian memang ingin memberikan bekal kehidupan kepada calon pengantin, bukan hanya membahas hubungan pasangan.
Bagaimana dengan Ar-Rahman dan Yasin?
Ar-Rahman maupun Yasin dapat menjadi bagian dari pengajian apabila memang dipilih oleh keluarga atau sudah menjadi kebiasaan dalam rangkaian acara.
Namun, keduanya sebaiknya dibedakan dari ayat seperti QS. Ar-Rum ayat 21, QS. Al-Furqan ayat 74, dan QS. An-Nur ayat 32 yang dipilih dalam artikel ini karena kandungan maknanya lebih mudah dihubungkan dengan pernikahan dan kehidupan keluarga.
Keluarga juga tidak harus memilih salah satunya.
Misalnya, surat yang biasa dibaca keluarga dapat digunakan sebagai bagian tilawah. Setelah itu, satu atau dua ayat bertema pernikahan dapat dibacakan bersama terjemahannya dan digunakan sebagai pengantar tausiyah.
Dengan cara tersebut, kebiasaan keluarga tetap dapat dipertahankan tanpa kehilangan pesan utama pengajian untuk calon pengantin.
Apakah Semua Surat Harus Dibaca?
Tidak perlu membaca semua surat atau ayat yang disebutkan dalam artikel ini.
Untuk pengajian keluarga yang sederhana, satu sampai tiga pilihan ayat sudah dapat membentuk rangkaian yang cukup jelas, terutama jika dilanjutkan dengan terjemahan, penjelasan, tausiyah, dan doa.
Daripada memilih terlalu banyak bacaan tetapi tidak sempat memahami pesannya, lebih baik menggunakan sedikit ayat yang benar-benar sesuai dengan tema pengajian.
Contoh Paket Bacaan Pengajian Pernikahan
Jika masih bingung menentukan kombinasi bacaan, berikut beberapa contoh yang dapat disesuaikan dengan durasi dan fokus pengajian.
Paket Singkat
Cocok untuk pengajian keluarga dengan rangkaian sederhana.
- Pembukaan
- QS. Ar-Rum ayat 21
- QS. Al-Furqan ayat 74
- Pembacaan terjemahan
- Nasihat singkat
- Doa
Paket ini berfokus pada kehidupan pasangan dan doa untuk keluarga tanpa membuat rangkaian terlalu panjang.
Paket Bertema Pernikahan
Jika ingin memberikan konteks pernikahan yang lebih lengkap, susunan berikut dapat digunakan:
- Pembukaan
- QS. An-Nur ayat 32
- QS. Ar-Rum ayat 21
- QS. Al-Furqan ayat 74
- Pembacaan terjemahan
- Tausiyah untuk calon pengantin
- Doa
Alur bacaannya dapat dibuat:
QS. An-Nur ayat 32 → QS. Ar-Rum ayat 21 → QS. Al-Furqan ayat 74
Susunan tersebut membawa tema dari pernikahan, kemudian ketenteraman dan kasih sayang dalam rumah tangga, lalu ditutup dengan doa untuk pasangan dan keluarga.
Paket Pengajian dengan Nasihat Keluarga
Untuk pengajian dengan sesi nasihat yang lebih panjang:
- Pembukaan
- QS. Luqman ayat 12–19
- QS. Ar-Rum ayat 21
- Pembacaan terjemahan
- Tausiyah
- Nasihat orang tua atau keluarga
- Doa
Susunan tersebut tidak harus digunakan secara kaku. Keluarga dapat menyesuaikannya dengan durasi, kebiasaan, serta siapa yang membawakan tilawah dan tausiyah.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Memilih Bacaan
Membaca Terlalu Banyak Surat
Semakin banyak surat yang dibaca tidak otomatis membuat pengajian lebih bermakna.
Jika waktu terbatas, pilih beberapa ayat yang paling sesuai agar masih tersedia waktu untuk membaca terjemahan dan memahami pesannya.
Memilih Surat Tanpa Memahami Kaitannya dengan Acara
Surat yang populer dalam pengajian tidak selalu harus digunakan dalam setiap acara pernikahan.
Pertimbangkan pesan apa yang ingin diberikan kepada calon pengantin, kemudian pilih bacaan yang mendukung pesan tersebut.
Mengabaikan Terjemahan dan Makna
Tilawah akan lebih mudah dipahami apabila disertai pembacaan terjemahan dan penjelasan singkat.
Dengan demikian, calon pengantin dan keluarga tidak hanya mendengar bacaan, tetapi juga memahami pesan yang sedang disampaikan.
Membuat Rangkaian Bacaan Terlalu Panjang
Jika terlalu banyak surat atau ayat dimasukkan, waktu untuk membaca terjemahan dan memahami pesannya bisa semakin sedikit.
Pilih bacaan secukupnya agar tilawah, terjemahan, tausiyah, dan doa tetap memiliki porsi yang seimbang.
Memaksa Calon Pengantin Membaca
Calon pengantin tidak harus membaca sendiri jika belum siap atau kurang percaya diri.
Bacaan dapat dibawakan oleh orang lain yang lebih mampu, sementara calon pengantin tetap dapat mengikuti terjemahan, tausiyah, dan doa bersama.
Catatan: Penjelasan ayat dalam artikel ini sebaiknya dibaca bersama terjemahan dan tafsir dari sumber yang tepercaya. Jika keluarga mempunyai kebutuhan keagamaan khusus atau ingin memastikan susunan bacaan sesuai dengan panduan yang dianut, dapat berkonsultasi dengan ustadz, ustadzah, atau pembimbing agama yang dipercaya.
FAQ tentang Surat yang Dibaca Saat Pengajian Pernikahan
- Apakah ada surat khusus yang wajib dibaca saat pengajian pernikahan?
- Artikel ini tidak menempatkan satu surat tertentu sebagai bacaan wajib untuk pengajian pernikahan. Ayat dalam daftar dipilih berdasarkan keterkaitan maknanya dengan pernikahan, keluarga, dan nasihat kehidupan, sedangkan bacaan lain dapat disesuaikan dengan kebiasaan keluarga.
- Apakah surat yang dibaca saat pengajian sama dengan bacaan saat akad nikah?
- Pengajian sebelum pernikahan dan akad nikah merupakan konteks acara yang berbeda. Artikel ini membahas pilihan ayat atau surat untuk rangkaian pengajian menjelang pernikahan, bukan menetapkan bacaan tertentu yang harus dibaca ketika akad nikah berlangsung.
- Apakah harus membaca Yasin saat pengajian pernikahan?
- Yasin dapat dibaca jika memang menjadi pilihan atau kebiasaan keluarga dalam pengajian. Namun, jika keluarga ingin menambahkan ayat yang secara makna lebih dekat dengan tema pernikahan, dapat dipadukan dengan QS. Ar-Rum ayat 21, QS. Al-Furqan ayat 74, atau QS. An-Nur ayat 32.
- Apakah boleh hanya membaca QS. Ar-Rum ayat 21?
- Jika pengajian dibuat singkat, QS. Ar-Rum ayat 21 dapat menjadi salah satu pilihan karena maknanya dekat dengan kehidupan pasangan dan rumah tangga.
- Bacaan dapat dilanjutkan dengan terjemahan, tausiyah singkat, dan doa.
- Berapa banyak surat yang sebaiknya dibaca?
- Tidak perlu menentukan jumlah tertentu hanya agar rangkaian terlihat lengkap.
- Untuk acara sederhana, beberapa ayat yang relevan dan dipahami maknanya dapat lebih membantu dibanding membaca banyak surat tanpa penjelasan.
Jadi, Surat Apa yang Sebaiknya Dipilih?
Jika ingin membuat pengajian yang sederhana, QS. Ar-Rum ayat 21 dapat dipadukan dengan QS. Al-Furqan ayat 74.
QS. An-Nur ayat 32 dapat ditambahkan jika ingin memasukkan ayat yang membahas pernikahan, sedangkan QS. Luqman ayat 12–19 lebih sesuai apabila tausiyah ingin membahas nasihat kehidupan yang lebih luas.
Tidak perlu mengejar banyaknya bacaan. Pilih ayat yang sesuai dengan tema pengajian, pahami maknanya, lalu gunakan terjemahan dan tausiyah untuk membantu calon pengantin memahami pesan yang ingin disampaikan.







